dengan memanjatkan puji dan syukur kehadirat allah swt. dengan ridhanya saya dapat membuat blog ini
sebagai panduan belajar.tujuan saya membuat blog ini adalah untuk berbagi ilmu kepda anda. untuk selanjutnya yuk! baca artikel ini.
tanda-tanda datangnya hari akhir
1. Diutusnya Nabi Muhammad SAW
Rentang sejarah antara kejadian
manusia pertama (Adam) sampai kepada masa Nabi Muhammad SAW, kejadian
kiamat diungkap dalam hadist Nabi Muhammad SAW begitu dekat. Telah
dikatakan di dalam sabdanya:
“Aku diutus (sebagai Nabi dan Rasul)
sedangkan kiamat itu sangat dekat, seperti di dekatnya kedua jari ini.”
(HR. Bukhari, Muslim dan Abu Daud).
Hadits tersebut menunjukkan sudah
berapa tuanya umur dunia ini. Tanda-tanda berakhirnya dunia di antaranya
ditandai diutusnya Nabi dan Rasul terakhir (Muhammad SAW) sebagai
utusan yang memberikan petunjuk kebenaran agar manusia kembali sebelum
tibanya hari perhitungan tersebut. Allah SWT berfirman: “Muhammad itu
sekali-kali bukanlah bapak dari seorang laki-laki di antara kamu, tetapi
dia adalah Rasulullah dan penutup nabi-nabi.” (QS. Al-Ahzab: 40).
Dalam kaitannya dengan firman Allah
tersebut, Imam Qurthubi menjelaskan bahwa tanda kiamat yang pertama
adalah diutusnya Nabi Muhammad SAW. Hal tersebut karena beliau adalah
sebagai Nabi umat akhir zaman, tidak ada lagi Nabi setelah beliau.
2. Wafatnya Nabi Muhammad SAW
Umur dunia telah lanjut. Ada awal
tentu ada akhir, begitu pula Allah jadikan dunia ini. Diantara sekian
banyak tanda-tanda akhir kehidupan dunia adalah wafatnya Nabi dan Rasul
terakhir. Hal tersebut sebagaimana diterangkan dalam hadist Nabi
Muhammad SAW sebagai berikut:
“Diantara enam tanda-tanda kiamat adalah tibanya kematianku.” (HR. Bukhari).
Dalam hadist lain diriwayatkan dari Anas bin Malik ra, ia berkata:
“Tatkala Rasulullah SAW, berhijrah ke
kota Madinah, setiap sesuatu yang ada di sekitarnya menjadi bersinar
terang. Dan tatkala telah datang hari wafatnya Beliau Rasulullah SAW,
segalanya menjadi gelap gulita. Ketika para sahabat menguburkan
jasadnya, maka tidak satu pun didapati dari mereka yang mengibaskan
tangan (karena kotornya tanah kuburan). Pada saat itu aku (Anas bin
Malik) turun ke dalam liang lahat. Kejadian tersebut (wafatnya beliau
Rasulullah SAW) hampir saja menyebabkan kami mengingkari hati nurani
sendiri.” (HR. Tirmidzi).
3. Bebasnya Baitul Maqdis
Baitul Maqdis adalah kota suci ketiga
bagi umat Islam sedunia setelah kota Mekkah dan Madinah, sejak dahulu
hingga kini selalu menjadi milik orang-orang Islam. Akan tetapi sayang,
saat ini Baitul Maqdis berada di bawah kekuasaan rezim Kaum Yahudi dan
Nasrani. Sudah sekian lamanya mereka merampas tanah hak milik
orang-orang Islam. Karena kondisi umat Islam dewasa ini dalam keadaan
terpecah-pecah, maka hingga kini tanah Baitul Maqdis masih tetap berada
di bawah kungkungan dan cengkeraman tangan-tangan jahat mereka, walaupun
tercatat di dalam sejarah Islam bahwa dahulu Baitul Maqdis itu pernah
dibebaskan oleh Khalifah Umar bin Khattab ra.
Suatu ketika nanti Baitul Maqdis
benar-benar akan terbebaskan dan merdeka sebagai miliknya umat Islam.
Akan tetapi, kebebasan dan kemerdekaannya itu adalah pertanda akan
semakin dekatnya kiamat. Di dalam sebuah keterangan hadist yang
diriwayatkan oleh ‘Auf bin Malik ra, Rasulullah SAW bersabda:
“Di antara enam tanda-tanda kiamat adalah dibebaskannya Baitul Maqdis (dari kekuasaan orang-orang Yahudi).”
4. Timbulnya Wabah Penyakit Menular (Tha’um Amwas)
Wabah penyakit menular sejak dahulu
hingga kini telah menjadi momok yang menakutkan bagi kehidupan manusia.
Bila terjadi penyebarannya dalam jumlah skala besar sampai ke seluruh
penjuru dunia, hal itu juga menjadi pertanda dekatnya kiamat,
sebagaimana telah disebutkan di dalam sebuah hadis Rasulullah SAW:
“Di antara enam tanda-tanda kiamat
adalah timbulnya berbagai penyakit menular yang mengakibatkan banyak di
antara kalian meninggal (karenanya) seperti matinya kambing di
tempatnya.”
Penyebaran wabah penyakit mematikan
dalam skala besar dahulu memang pernah terjadi di daerah ‘Amwas (bagian
daerah Palestina) sekitar tahun 18 H. Penyebarannya juga merambat sampai
ke seluruh pelosok negeri Syam. Waktu itu tercatat lebih dari 25.000
orang meninggal dunia akibat penyakit menular tersebut, termasuk juga di
dalamnya yang ikut menjadi korban adalah segenap para sahabat Nabi
Muhammad SAW. Di antara mereka terdapat tokoh sahabat yang cukup
terkenal, yaitu Abu Ubaidah Amir bin Al-Jarrah ra.
5. Timbulnya Berbagai Fitnah
Kata ‘fitnah’ adalah yang konotasinya
lebih bertendensi kepada berbagai sikap, perilaku dan kejadian yang
tidak menyenangkan diri manusia, seperti yang tidak menyenangkan diri
manusia, seperti sering terjadinya kasus penyimpangan di bidang sosial,
budaya, politik, hukum dan ekonomi. Fitnah juga identik dengan
pengertian cobaan dan ujian, seperti telah disinggungkan di dalam firman
Allah.
“Innama amwaalukum wa awlaadukum fitnah: sesungguhnya harta dan anak-anakmu adalah fitnah (cobaan).” (QS. At Taghaabun: 15).
Timbulnya berbagai macam bencana juga
merupakan bagian dari fitnah. Sedangkan munculnya fitnah-fitnah tersebut
merupakan tanda dekatnya kiamat. Secara eksplisit hal ini pun pernah
disinggung oleh Nabi Muhammad SAW dalam salah satu hadist yang
diriwayatkan oleh Abu Hurairah ra berikut ini:
“Segeralah kalian berbuat kebajikan
pada hari timbulnya berbagai macam fitnah yang berlalu dengan begitu
berbagai macam fitnah yang berlalu dengan begitu cepatnya seperti
perubahan malam hari yang gelap gulita (berubah menjadi siang), saat itu
ada orang yang pagi harinya masih beriman dan sore harinya berubah
menjadi kafir atau (sebaliknya) sore harinya masih beriman lalu pagi
harinya berubah menjadi kafir, orang itu berani menjual agamanya dengan
keduniaan.” (HR. Muslim).
Dalam riwayat Imam Muslim dijelaskan
bahwa berbagai fitnah yang timbul di akhir zaman nanti bersumber dari
belahan dunia Timur. Fitnah-fitnah tersebut, oleh Nabi Muhammad SAW
dikiaskan dengan istilah “tanduk setan” sebagaimana dijelaskan dalam
hadist riwayat dari Ibnu Umar ra berikut ini:
“Ingatlah! Sesungguhnya fitnah akan
terjadi disini! Ingatlah sesungguhnya fitnah itu benar-benar akan
terjadi disini! Suatu saat nanti akan muncul “tanduk setan” (kekuatan
setan dan para pengikutnya).” (HR. Bukhari dan Muslim).
6. Munculnya Nabi-Nabi Palsu
Sebagaimana telah diterangkan dalam
pembahasan yang lalu, dikatakan bahwa Muhammad SAW itu adalah Nabi dan
Rasul terakhir. Eksistensi kenabian dan kerasulannya diakui dan
dibenarkan dalam nash Al-Qur’an dan kitab-kitab para nabi terdahulu.
Saat ini banyak bermunculan manusia arogan yang mengklaim dirinya
sebagai seorang utusan (nabi), kendati tidak ada satu nash pun yang
membenarkan akan kenabian tersebut. Kemunculan nabi-nabi palsu itu
menjadi bagian dari tanda-tanda kiamat, seperti dijelaskan dalam hadist
Nabi Muhammad SAW yang diriwayatkan oleh Abu Hurairah ra berikut ini:
“Kiamat itu akan terjadi bila sudah
muncul para Dajjal pendusta besar yang jumlahnya (hampir) mendekati tiga
puluh orang, mereka semua mengaku dirinya sebagai Rasul Allah.” (HR.
Bukhari).
Dalam kandungan hadist yang hampir senada diriwayatkan oleh Tsauban, Rasulullah SAW bersabda:
“Kiamat akan tiba-tiba terjadinya
pertemuan antara beberapa kabilah dari umatku dengan kaum Musyrikin
sehingga mereka semua (pada akhirnya) menjadi penyembahan berhala. Dan
suatu ketika nanti akan muncul di tengah-tengah umatku ini tiga puluh
orang para pendusta besar, mereka seluruhnya mengklaim dirinya sebagai
nabi, sedangkan sesungguhnya akulah (satu-satunya) penutup para Nabi.
Tidak akan pernah ada nabi setelahku nanti.” (HR. Abu Daud dan
Tirmidzi).
7. Munculnya Api di Tanah Hijaz
Diriwayatkan oleh Abu Hurairah ra, Rasulullah bersabda:
“Kiamat akan terjadi bila telah muncul
api dari Tanah Hijaz yang cahayanya menyinari binatang-binatang ternak
yang berada di Bushra.” (HR. Bukhari Muslim).
Timbulnya api dari dalam bumi
merupakan pertanda dekatnya kejadian kiamat, sebagaimana yang telah
disinggung dalam hadist tersebut. Sekitar pertengahan abad ke-7 H tahun
654 H yang lalu, api itu pernah muncul di tanah Hijaz (Mekkah).
Kemunculan api tersebut bukanlah semata-mata menjadi bahan prediksi
hadist, akan tetapi relevansinya telah menghantarkan kepada kebenaran
fakta yang tidak dapat dipungkiri.
8. Langkanya Nilai-Nilai Kejujuran
Kejujuran adalah sifat apa adanya,
transparan dalam bersikap dan bijaksana dalam menentukan arah kebijakan,
dengan selalu berpijak pada orisibalitas kebijakan, dengan selalu
berpijak pada orisinalitas kebenaran dan menyingkirkan manipulasi fakta
yang dapat merugikan pihak lain. Bila kebijakan sikap ini tidak ada lagi
pada kebanyakan orang, maka akan berakses kepada timbulnya kesemrawutan
di berbagai aspek kehidupan. Kalau memang benar-benar telah terjadi
demikian, maka hal tersebut menjadi tanda akan semakin dekatnya kiamat.
Diriwayatkan dari Abu Hurairah ra, Rasulullah SAW bersabda:
“Apabila telah hilang sifat kejujuran maka tinggal tunggulah saatnya kiamat.”
9. Allah Menghilangkan Ilmu Pengetahuan
Diangkat dan dicabutnya ilmu
pengetahuan di kala dunia mengalami masa keemasannya adalah bagian dari
tanda-tanda kiamat. Hilangnya ilmu pengetahuan tersebut bukanlah berarti
hilangnya dengan begitu saja, akan tetapi hal itu dapat terjadi dengan
cara Allah mematikan orang-orang berilmu tersebut. Apabila mereka semua
itu tiada, maka yang tinggal di dunia ini adalah kebanyakan orang-orang
bodoh. Kalau keadaannya sudah demikian buruknya, maka dunia keadaannya
akan kembali kepada masa kemundurannya yang teramat jauh, seperti
masa-masa prasejarah dahulu. Sinyalemen tersebut sangat selaras dengan
hadist Nabi Muhammad SAW yang diriwayatkan oleh Anas bin Malik ra,
Rasulullah SAW bersabda:
“Di antara tanda-tanda kiamat yaitu diangkatnya ilmu dan tetapnya kebodohan.” (HR. Bukhari)
Di dalam riwayat Abdullah bin ‘Ash ra pun dikatakan bahwa Rasulullah SAW bersabda:
“Sesungguhnya Allah tidak mencabut
ilmu dari hambanya (para ulama) dengan secara langsung. Akan tetapi
Allah mencabutnya dengan cara mematikan para ulama, sehingga apabila
sudah tidak ada lagi seorang pun yang alim maka banyak orang akan
mengangkat pemimpin dari kalangan orang-orang bodoh. Tatkala para
pemimpin (bodoh) itu ditanya, mereka menjawab dengan memberikan fatwa
tanpa dilandasi dasar ilmu, mereka menjadi sesat dan menyesatkan.” (HR.
Bukhari)
10. Prostitusi Merajalela
Prostitusi perzinaan yang banyak
merebak di masyarakat kita dewasa ini, tanpa disadari juga menjadi
tanda-tanda dekatnya kiamat. Kenyataan tersebut sebagaimana telah
disitir di dalam hadist Nabi Muhammad SAW yang diriwayatkan oleh Anas
bin Malik ra:
“Sesungguhnya di antara tanda-tanda kiamat adalah terbukanya perzinaan secara bebas.” (HR. Bukhari)
Mengenai hal serupa, disebutkan pula dalam riwayat Abu Hurairah ra, Rasulullah bersabda:
“Demi zat yang menguasai jiwaku, tidak
akan musnah umat ini sampai terjadinya seorang laki-laki mendekati
wanita, kemudian menidurinya di pinggir jalan. Orang yang paling baik
pada saat itu menasihatinya dengan berkata: seandainya engkau dapat
menyembunyikan wanita ini dibalik dinding, maka hal itu lebih baik.”
